|
Sabtu pagi yang cerah (9/6) secara perlahan "Sale Communal" yang berada di daerah Petit Lancy, pinngiran kota Jenewa, Swiss, mulai dipenuhi oleh masyarakat Indonesia dan Keluarganya yang datang dengan mengenakan batik. Mereka datang untuk memenuhi undangan perkumpulan masyarakat Indonesia "Joglo Semar", yang mengadakan gelar Budaya Jawa dan Indonesia.
Paguyuban Joglo Semar Swiss yang berpusat di kota Jenewa menurut ketuanya, Sri Joko Wiyono didirikan pada Januari 2010 dan sampai saat ini beranggotakan 102 orang. Pada awalnya memang anggota paguyuban ini terdiri dari anggota masyarakat Indonesia yang datang dari daerah Jogjakarta, solo, semarang dan sekitarnya. Namun dalam perkembangannya banyak masyarakat Indonesia lainnya yang berasal dari daerah lain ikut bergabung dalam paguyuban ini. Salah satu tujuan dari Paguyuban ini adalah sebagai rumah silaturahmi sekaligus sebagai tempat untuk menggali budaya Indonesia khususnya budaya Jawa. Banyak sudah kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah dengan membuat kelas belajar gamelan, belajar menari jawa dan tarian daerah lainnya, demo masakan Indonesia dan kegiatan lainnya yang sekaligus berkaitan dengan kegiatan promosi budaya Indonesia. Memang banyak tantangan yang dihadapi paguyuban ini diantaranya adalah permasalah tempat/lokal untuk mengadakan pertemuan mengingat anggota paguyuban semakin hari semakin bertambah, namun hal ini tidak membuat pengurus putus asa, salah satu jalan keluarnya adalah dengan menggunakan gedung pertemuan yang dimiliki pemerintah komunal (setingkat kecamatan) yang memberikan kesempatan kepada perkumpulan-perkumpulan asing untuk dapat melakukan kegiatan budaya. Pagelaran budaya ini juga menjadi ajang promosi budaya Indonesia kepada masyarakat setempat, karena pengurus juga mengundang keluarga dan kerabat dari berbagai negara yang khususnya bertenpat tinggal di kota Jenewa, yang terkenal sebagai kota internasional dan merupakan markas besar PBB dan organisasi Internasional lainnya. Duta Besar RI untuk Konfederasi Swiss dan Keharyapatihan Liechtenstei dalam sambuatannya yang disampaikan dalam bahasa jawa halus, ikut merasa bangga bahwa Joglo Semar turiut secara aktif berpartisipasi dalam mempromosikan budaya Indonesia yang sangat beragam, bahkan dalam kegiatannya juga secara aktif mengajak masyarakat asing untuk bergabung belajar menabuh gamelan dan menari. Tampak hadir dalam acara ini adalah Duta Besar / Wakil Tetap RI untuk PBB Bapak Dian Triansyah Djani yang duduk berdampingan dengan Djoko Susilo bahkan ikut menyanyikan lagu Gundul-gundul pacul! Selain gamelan Dan tarian Jawa acara pada siang hari itu juga diisi oleh tarian tariandari daerak Bali dan Sumatera. Dan akhirnya acara ditutup dengan penarikan undian tombola denganhadiah pertama adalah tiket ke Bali yang merupakan sumbangan dari perusahaan penerbanga KLM dan Air France. |