|
Hujan yang turun sejak pagi hari Minggu (3/6) tidak membuat masyarakat kota Basel untuk memadati sebuah kebun Schutzenmattpark yang berada di tengah-tengah Kota. Warga masyarakat, baik dengan keluarga, handai taulan, secara perlahan namun pasti memadati restaurant Pavillion ditaman kota yang terkenal sebagai pusat kebudayaan dan industri farmasi tersebut, untuk melihat dan menikmati suguhan pagelaran Gamelan, tari-tarian sambil menikmati makan siang yang betul betul disuguhkan dalam suasana khas Bali dalam sebuah even yang diberi nama "Bali Tag". Acara ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat, panitia tidak memperkirakan sedemikian banyaknya masyarakat yang berkunjung, ditambah dengan hujan abadi di hari minggu. Panitia harus berkreasi secara cepat untuk memenuhi permintaan ratusan pengunjung Bali Tag, karena tidak sampai tengahhari 200 porsi nasi bali yang dihargai CHF 24, sudah terjual habis.
Adalah Musikakademie Der stadt Basel yang dipimpin Charlie Richter yang setiap tahunnya mengadakan konser gamelan di kota Basel . Pada tahun 2012 ini, akademi musik tersebut diundang untuk menyelenggarakan konser dan workshop gamelan dan tari topeng seharian penuh di Restaurant Pavillion Schutzenmattpark. Gamelan Bali dimainkan oleh masyarakat Swiss perbatasan Swiss juga menampilkan beberapa tarian Bali yang dibawakan oleh Ni Nyoman Inten (Teruna Jaya), I Wayan Pica (Topeng Keras) dan Elizabeth Schintzig (Topeng Tua). Suasana Bali semakin terasa dengan hadirnya beberapa stand-stand yang menjual barang-barang khas Bali mulai dari perhiasan perak sampai kepada kain-kain Bali. KBRI Bern sendiri membuka sebuah warung informasi yang memberikan penjelasan kepada calon wisatawan swiss yang akan belibur ke Pulau Dewata serta keterangan lainnya berkaitan dengan kehidupan budaya di Indonesia. Duta Besar R.I untuk Konfederasi Swiss dan Keharyapatihan Liechtenstein Djoko Susilo dalam keterangan yang diberikan kepada wartawan TV-One dan Mingguan Prioritas yang khusus datang dari Indonesia untuk ikut meliput "Bali Tag", sangat mendukung acara-acara promosi Pariwisata dan Budaya seperti ini, apalagi inisiatif ini datang langsung dari masyarakat Swiss yang sangat merindukan Indonesia dan selalu setia berkunjung ke Indonesia khususnya ke pulau Bali! Duta Besar RI juga mengingatkan bahwa KBRI tidak henti-hentinya selalu berusaha memperkenalkan Indonesia sebagai destinasi Wisata untuk Wisatawan Swiss khususnya dan kembali menjelaskan bahwa Toserba tingkat atas Swiss mengadakan bulan promosi barang-barang produksi Indonesia yang dijual kepada masyarakat Swiss dari tanggal 26 April sampai dengan 9 Juni 2012! Setelah pengunjung mencicipi makan siang dengan menu khas Bali seperti lawar, sate dll, mereka juga dapat secara aktif mencoba untuk belajar Gamelan dan membuat janur dalam workshop yang diselenggarakan pada sore harinya. Dengan sangat antusias pengunjung dari mulai anak-anak sampai dewasa, dengan rasa tertarik dan bangga dapat mencoba memainkan gamelan dengan arahan Bapak Charlie Richter. Bali Tag berakhir pada jam 17.00 waktu setempat, namun tampak pengunjung masih enggan untuk meninggalkan tempat acara sambil berharap akan dapat segera berkunjung ke Indonesia. |