|
Sekitar 1000 orang undangan dan pengunjung memenuhi Toserba mewah "Globus" yang terletak di mall dikota Bern "Westside" pada Jumat malam (4/5). Begitu masuk kedalam Toserba mewah ini pengunjung disambut oleh Dara-dara dan iIu-ibu cantik yang berkebaya Bali yang terdiri dari masyarakat Indonesia yang bermukim di daerah Bern dan sekitarnya.
Menurut Nancy Oberholzer Direktur Globus Westside, undangan yang memadati gerai yang terdiri dari empat lantai ini adalah selain klien setia Globus yang mempunyai kartu khusus, juga pengungjung mall yang kebetulan datang berbelanja di mall tersebut pada Jumat malam itu, dan semua pengunjung mendapatkan discount sebesar 10 persen dari setiap barang yang dibelinya. Dengan tekun Nancy juga menjelaskan kepada Duta Besar R.I. untuk Swiss dan Keharyapatihan Liechtenstein, Djoko Susilo yang yang berkesempatan hadir bersama Ibu Musfiroh Susilo, tentang barang-barang Indonesia yang didatangkan langsung dari Tanah Air terutama dari daerah Bali. Tampak terlihat pengunjung sangat mengagumi tampilan barang-barang dekorasi seperti taplak dan sarung bantal batik, payung-payung bali yang khusus dirancang untuk dijual kepada Masyarakat Swiss dan dibandrol dari mulai harga sekitar 50 swiss francs sampai 250 Swiss Francs (1chf=sekitar Rp 9800,-) Namun yang paling menarik adalah Gerobak Bakso yang langsung didatangkan dari Indonesia yang dijual seharga 1300 chf atau sekitar Rp. 13.000.000.- Sedangkan primadona barang yang laku pada malam itu adalah sandal rancangan Ni Luh Djelantik yang dijual seharga 130 chf. Para pengunjung Globus malam itu juga disuguhkan tari-tarian Bali di tingkat dua, sedangkan ditingkat satu dibagian perlengkaan pria hadir tabuhan gamelan Bali yang uniknya dimainkan oleh Keluarga Nyoman Rutzer, yang sudah bermukim di Swiss lebih dari 15 tahun. Masih di tingkat dua pengunjung juga dapat menyaksikan peragaan busana yang didesain khusus oleh desainer Swiss yang bermukim di Bali, Anja Sun Suko! Sedangkan disetiap lantai pengunjung dihidangkan makanan khas Indonesia seperti Sate, Pastel, Lawar Bali, Pecel, Cendol, Buah-buahan tropis, pepaya, mangga dll. Acara "Bali Night" ditutup pada jam 22.00 namun para pengunjung seakan enggan untuk beranjak meninggalkan ruangan. Sedangkan pada hari Sabtu (5/5) Duta Besar R.I. juga berkesempatan mengunjungi promosi produk Indonesia di gerai Globus Bern Spitalgasse, dan diterima langsung oleh Mr. David Simon, Direktur Globus Spitalgasse, yang menjelaskan segala sesuatunya mengenai persiapan promosi dagang yang telah dilakukan sejak 2 tahun yang lalu. Globus sendiri yang berdiri sejak tahun 1892 dan melakukan promosi kultaran dan dagang u tuk negara-negara yang mempunyai potensi besar sejak tahun 1954! David Simon juga menjelaskan produk Yang dipamerkan mulai dari bumbum dapur, lapis legit, sagon bakar, gula palm dan masih banyak lagi yang didatangkan dari Pt. Alun Alun Indonesia! Dalam kesempatan itu Djoko Susilo juga berkesempatan mencicipi kue Dadar Gulung yang menjadi atraksi demo memasak kuliner indonesia.
Dalam perbincangan Duta Besar RI Djoko Susilo berharap hubungan yang erat antara Globus Swiss dan Indonesia terus dapat ditingkatkan dengan mendatangkan produk-produk Indonesia untuk diperdagangkan kepada Masyarakat Swiss! Dalam kesempatan kali ini KBRI pun ikut mendukung kegiatan ini dengan membantu bekerjasama dengan Kemenparkeraf mendatangkan penari dari Indonesia. Selain terus membina komunikasi yang sudah terjalin sejak beberapa tahun terakhir untuk pada akhirnya Globus membuat acara ini diseluruh gerai Globus yang yang tersebar di Swiss. |