|
Anak-anak Indonesia yang berumur dari 5-15 tahun ikut berpartisipasi dalam pawai dalam acara Sechselaueten/Spring Festival, yang biasanya diselenggarakan pada minggu ke -3 dan untuk edisi 2012 ini diadakan pada sabtu (15/4).
Sechselaueten merupakan tradisi masyarakat Zurich untuk mengucapkan selamat jalan kepada musim dingin yang tahun ini mencapai puncaknya dibulan Februari yang lalu dan menyambut hangatnya musim semi. Rangkaian acara sechselaueten yang merupakan edisi yang ke-150 diselenggarakan pertengahan April 2012, dan akan ditutup dengan acara puncak yaitu dengan pembakaran "obong-obong" boneka salju yang di Zurich diberi nama "Boog" yang merupakan simbol musim dingin. Pawai anak-anak ini merupakan bagian dari barisan yang diberi nama "Cosmopilitan Zurich" dan diikuti setiap perwakilan komunitas asing yang bermukim di Zurich dari lima benua, sedangkan Asia sendiri diwakili oleh Indonesia, China, Jepang, Thailand. Sekitar 1000 anak-anak yang didampingi orang tuanya dari berbagai macam negara ikut berpartisipasi. Dengan berpakaian daerah, anak- anak Indonesia dengan bersemangat berjalan dengan membawa spanduk dan bendera merah putih, ikut memperkenalkan beragam budaya Indinesia kepada masyarakat swiss yang memadati jalan jalan utama di kota terbesar di swiss yang terkenal sebagai pusat perbankan dunia. Partisipasi anak-anak Indonesia ini sudah sejak tahun 80-an seiring dengan meningkatnya jumlah masyarakat Indonesia yang bermukim disana, dan KBRI Bern selalu mendudukung kegiatan budaya seperti ini sebagai bentuk partisipasi dalam pembanguanan integrasi masyarakat asing di zurich pada khususnya. Diakhir pawai ini anak-anak Indonesia diterima di kantor walikota Zurich untuk tanda terima kasih berupa suvenir dan makanan kecil dari Walikota Zurich. Sedangkan sechselaueten sendiri akan ditutup dengan berbagai macam acara yang didahului dengan pawai besar yang terdiri dari barisan-barisan korps musik perwakilan kanton di swiss, barisan anggota parlemen dan eksekutif kanton zurich untuk akhirnya ditutup dengan pembakaran Boog. |