|
Swiss Import Promotion Programme (SIPPO), sebuah lembaga promosi perdagangan yang pendanannya dilakukan oleh Secretariat for Economic Affairs Swiss (SECO) kembali akan memberikan fasilitasi kepada perusahaan (UKM) di emerging markets termasuk Indonesia untuk turut serta dalam Interzum Fair, Timber for Industrial Purposes, yang akan diadakan di Köln, Jerman, 13 – 16 Mei 2009;
Perusahaan-perusahaan (UKM) yang akan berpartisipasi dalam pameran ini adalah yang bergerak dalam bidang usaha industri pengolahan kayu dengan produk-produk seperti: - Flooring, decking; - Windows, doors, components there of; - Subcontracting parts for the furniture industry; - Solid wood, edge glued panels, veneer, etc SIPPO akan memberikan fasilitasi berupa: - Sewa stand di Interzum Fair 2009; - Pembangunan booth seluas 7m2, yang merupakan bagian dari stand kolektif SIPPO; - Memasukkan nama perusahaan dalam catalog Interzum 2009; - Sarana pendukung stand lainnya seperti fotocopy, faks, makanan kecil dan minuman; - Akomodasi/Hotel di Köln; - Dukungan promosi sebelum dan sesudah pameran berlangsung (consultant, PR, press information dsb.) Adapun biaya dan persyaratan lainnya bagi peserta pameran: - Tiket p.p. ke Köln, Jerman; - Registration Fee sebesar EUR 1’500 – termasuk VAT 19%; - Petugas yang akan dikirim untuk menjaga stand harus mempunyai kemampuan berbahasa Jerman atau Inggris; - Perusahaan peserta pameran harus mematuhi hukum internasional di bidang hak cipta. Untuk lebih lengkap dan jelasnya fasilitasi yang akan disediakan oleh SIPPO maupun persyaratan yang harus dipenuhi oleh Perusahaan (UKM) Indonesia yang bermaksud akan berpartisipasi dalam Interzum Fair ini, adalah sebagaimana terlampir. Selain itu, formulir keikutsertaan juga terlampir bersama ini. Bagi perusahaan (UKM) Indonesia yang akan turut serta, diharapkan sudah mengisi dan mengembalikan formulir sebelum tanggal 25 Desember 2008. Catatan: Pameran-pameran yang difasilitasi oleh SIPPO, termasuk Interzum Fair ini juga merupakan salah satu ajang pameran yang besar. Pada tahun 2007 yang lalu, Interzum ini diikuti oleh 1.360 peserta pameran, dan dari jumlah tersebut, peserta dari luar negeri sebanyak 952 yang berasal dari 67 negara. Untuk ini, menurut hemat kami ajang pameran Interzum ini perlu dimanfaatkan oleh perusahaan (UKM) Indonesia di bidang industri pengolahan kayu, di samping untuk memperkenalkan produk-produk Indonesia juga dapat dimanfaatkan untuk mengetahui perkembangan industri pengolahan kayu dunia. Sumber: KBRI Bern, 3 Desember 2008 |