Main Menu
Home
About Us
A c t i v i t y
Bilateral
Press Release
Education
Immigration/Consular
Web Links
Publications
News
Public Holiday 2013
Info Penting
Lapor Diri Online
Immigration/Consular
General Information
Pelayanan WNI
Paspor/SPLP
Foreign Citizen/Company Services
Visa
Document Legalization
Auto Play Photos

Working Lunch dengan Perusahaan Farmasi NOVARTIS di Swiss PDF Print E-mail
Wednesday, 17 December 2008
Novartis Salah satu tugas pokok KBRI sebagaimana selalu ditekankan oleh Presiden RI, Bapak Susilo Bambang Yudoyono dalam sambutan pelantikan Duta-Duta Besar RI adalah mengupayakan adanya peningkatan volume perdagangan dan investasi di Indonesia dari para pengusaha dan perusahaan dari Negara akreditasi., termasuk dari Swiss. Untuk KBRI Swiss, upaya tersebut, selain dengan mengadakan seminar, business meeting, juga dilaksanakan dengan mengadakan pertemuan-pertemuan langsung dengan para pengusaha maupun perusahaan-perusahaan yang ada di Swiss.  Berkaitan dengan hal ini, pada tanggal 16 Desember 2008, Duta Besar RI untuk Swiss didampingi oleh Fungsi Ekonomi telah mengadakan pertemuan dengan pihak Novartis, salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia yang bermarkas di Basel.

Dalam Pertemuan tersebut pihak Novartis diwakili oleh :
-    Dr. Stefan Stroppel, Chief Finance Officer Region Rest of World & Novartis Pharma  Services AG;
-    Richard Saynor, Head Commercial Operations Kawasan APAC, Latam, Canada, Turkey;
-    Couzette Kleynhans, Head International Public Affairs.

novartis Pada kesempatan tersebut, Duta Besar menghimbau kemungkinan pihak Novartis dapat meningkatkan investasinya di Indonesia. Berkaitan dengan ini, Duta Besar telah menyampaikan informasi kebijakan-kebijakan Pemerintah RI yang terus mengupayakan terciptanya “kenyamanan” bagi para calon investor yang akan menanamkan maupun memperluas dan memperbesar modalnya di Indonesia, di antaranya kebijakan satu pintu yang diterapkan oleh pihak BKPM, dan telah terbitnya Undang-undang mengenai Penanaman Modal No. 25/2007, yang di antaranya memuat berbagai fasilitas yang akan diberikan kepada Perusahaan-perusahaan yang akan memperluas usahanya di Indonesia;

Pihak Novartis menyatakan bahwa dengan penduduk Indonesia yang lebih dari 230 juta, Indonesia merupakan pasar yang potensial dan untuk ini Novartis mempunyai rencana untuk meningkatkan investasinya di Indonesia, tentunya dengan memperhatikan perkembangan kebijakan-kebijakan Pemerintah Indonesia khususnya dalam bidang industri farmasi dan hal-hal terkait lainnya seperti kebijakan di bidang asuransi kesehatan dsb. Selain Indonesia,pihak Novartis juga menyampaikan bahwa Malaysia, China dan Turki juga merupakan pasar-pasar yang potensial bagi Novartis;

Duta Besar juga menyampaikan terus ditegakkannya rule of law, pemberantasan korupsi dan Pelaksanaan Pemilu di Indonesia yang dijadwalkan pada tanggal 9 April 2009. Dan melihat pengalaman Pemilu pada tahun 2004, Duta Besar  menyampaikan bahwa Pemilu 2009 pun diharapkan dapat berjalan dengan tertib, aman dan tanpa konflik;

Berkaitan mengenai pengembangan sumber daya manusia, pihak Novartis menyatakan bahwa Novartis mempunyai program-program peningkatan capacity building, yang juga dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak terkait di Indonesia seperti program pelatihan, pelaksanaan seminar, khususnya di bidang Hak Atas Kekayaan Intelektual (IPR) dan on the job training dsb. Pihak Novartis menyampaikan bahwa Novartis sudah mempunyai kesepakatan dengan Malaysia di bidang program pelatihan.

Catatan KBRI:

1.    Novartis yang bermarkas di Basel, Swiss, berdiri sejak tahun 1996, merupakan penggabungan dari dua perusahaan farmasi Ciba – Geigy dan Sandoz, beroperasi di 140 negara termasuk di Indonesia, dengan produk-produk utamanya di antaranya obat  tumor, cancer, influenza, meningitis, rabbies, polio dan tetanus selain juga memproduksi obat generic. Di kantor pusat di Basel, Novartis mempekerjakan sekitar 6000 tenaga kerja dalam berbagai bidang dan tingkatan;

2.    Novartis sangat memperhatikan kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D). Untuk tahun 2007, Novartis telah mengeluarkan dana sebesar US$6,4 milyar, naik sebesar 20% dibandingkan dengan tahun 2006;

3.    Novartis melalui PT Ciba Indonesia telah beroperasi di Indonesia sejak tahun 1968, dan dengan bergabungnya Sandoz dengan Ciba Geigy, pada tahun 1996, terbentuklah PT Novartis Biochemie dan pada tahun 2006 berubah entitasnya menjadi PT Novartis Indonesia. Sampai saat ini kegiatan Novartis di Indonesia telah menyerap tenaga kerja sebanyak 550 dengan pabriknya di Citeureup. Sedangkan PT Ciba Vision Batam dan PT Sandoz, yang merupakan anak perusahaan Novartis, masing-masing merupakan sebuah pusat jaringan global pembuat contact lenses dengan pabriknya di P.Batam dan pembuat obat generic yang berpusat di Bandung;

4.    Novartis dalam operasinya di Indonesia juga mempunyai sebuah laboratorium penelitian bernama Novartis Eijkman Hasanuddin Research Institute (NECHRI) yang berkedudukan di Maksar, Sulawesi Selatan bergerak dalam penelitian obat-obatan penyakit tropika seperti demam berdarah dan kolera;

5.    KBRI Bern akan terus menjajaki mengenai kerjasama di bidang pengembangan sumber daya manusia (capacity building) dengan pusat Novartis di Basel.  
 

Sumber : KBRI Bern, 17 Desember 2008.
 
< Prev   Next >
Announcements

Jangan lupa daftarkan diri Anda ke KBRI.

Kepada seluruh masyarakat dan pelajar/ mahasiswa Indonesia yang berada di Swiss yang belum mendaftarkan diri, dihimbau untuk segera mendaftarkan diri ke KBRI Bern. Prosedurnya cepat dan mudah.

Baca informasi selengkapnya di website ini.

 
Links
YPP 2013
Indonesia Destinations
Calendar of Event
May 2013 June 2013
Su Mo Tu We Th Fr Sa
Week 18 1 2 3 4
Week 19 5 6 7 8 9 10 11
Week 20 12 13 14 15 16 17 18
Week 21 19 20 21 22 23 24 25
Week 22 26 27 28 29 30 31
Post New Event Post New Event
 
 
Home arrow Bilateral arrow Working Lunch dengan Perusahaan Farmasi NOVARTIS di Swiss   ©2010 Unitkom KBRI Bern. All rights reserved.