|
|
|
Bilateral
Swiss Import Promotion Programme (SIPPO), facilitated three of Indonesian Small and Medium-sized Enterprises (SMEs); Aneka Tusma, PT Piviko Manunggal and PT Retota Sakti to participate in a collective stand, together with 4 Vietnamese companies at the International Trade Fair, Heimtextil, Frankfurt on January 14-17 2009. At the invitation of SIPPO, Indonesian Ambassador to Switzerland, H. E. Mrs. Lucia H. Rustam on January 15-16 2009 were visiting the exhibition.
HEIMTEXTIL is the world’s largest international trade fair for home and contract textiles. The Heimtextil presents the latest developments from the fields of fashion, design and architecture for exhibitors and visitors. This year's fair featured a total of 2,700 exhibitors from 60 countries.
|
|
Read more...
|
|
Founded in 1971, the Geneva-based World Economic Forum (WEF) meets annually in Davos, Switzerland to bring together top business and political leaders as well as mostly neoliberal minded intellectuals, economists, journalists, and others. Began on January 28th 2009, amid one of the worst global financial crisis in decades, the objective of WEF’s 39th annual meeting is in line with this year's theme "Shaping the Post-Crisis World", to catalyse a holistic and systematic approach to improve the state of the world in a manner that integrates all stakeholders of global society.
|
|
Read more...
|
|
|
Ekspor komoditi Mebel (HS94) Indonesia ke Swiss periode Januari-Juni 2008, berjumlah sebesar CHF 7,270,772 (Rp 75.89 milyar) dengan volume sebesar 1,174,639 kg. (Kurs BII pada 23 Februari 2009, 1CHF= Rp. 10.437).
Jumlah tersebut menunjukkan penurunan nilai sebesar CHF 1,530,654 (-17.39%) dan penurunan volume sebesar 289,612 kg (-19.78%), apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2007 dengan nilai sebesar CHF 8,801,426 dan volume sebesar 1,464,251 kg.
Namun bila dilihat dari harganya, pasokan komoditi Mebel ini mengalami kenaikan. Pada tahun 2007 harga rata-rata produk ini adalah CHF 6.01 atau Rp. 62.74 ribu dan tahun 2008 adalah CHF 6.19 atau Rp. 64.60 ribu per kg. Dengan demikian berarti harga rata2 produk tersebut naik sebesar CHF 0.18 atau Rp. 1.87 ribu (2.98%).
|
|
Read more...
|
|
Ekspor komoditi Elektronik (HS85) Indonesia ke Swiss periode Januari-Juni 2008, berjumlah sebesar CHF 8,254,673 (Rp 84.94 milyar) dengan volume sebesar 263,251 kg. (Kurs BII pada 6 Februari 2009, 1CHF= Rp. 10.290). Jumlah tersebut menunjukkan penurunan nilai sebesar CHF 2,019,130 (-19.65%) dan penurunan volume sebesar 82,474 kg (-23.86%), apabila dibandingkan dengan periode Januari-Juni tahun sebelumnya dengan nilai sebesar CHF 10,273,803 dan volume sebesar 345,725 kg. Namun bila dilihat dari harganya, pasokan komoditi Elektronik ini mengalami kenaikan. Pada tahun 2007 harga rata-rata produk ini adalah CHF 29.72 atau Rp. 305.78 ribu dan tahun 2008 adalah CHF 31.36 atau Rp. 322.66 ribu per kg. Dengan demikian berarti harga rata2 produk tersebut naik sebesar CHF 1.64 atau Rp. 16.88 ribu (5.52%). |
|
Read more...
|
|
 Salah satu tugas pokok KBRI sebagaimana selalu ditekankan oleh Presiden RI, Bapak Susilo Bambang Yudoyono dalam sambutan pelantikan Duta-Duta Besar RI adalah mengupayakan adanya peningkatan volume perdagangan dan investasi di Indonesia dari para pengusaha dan perusahaan dari Negara akreditasi., termasuk dari Swiss. Untuk KBRI Swiss, upaya tersebut, selain dengan mengadakan seminar, business meeting, juga dilaksanakan dengan mengadakan pertemuan-pertemuan langsung dengan para pengusaha maupun perusahaan-perusahaan yang ada di Swiss. Berkaitan dengan hal ini, pada tanggal 16 Desember 2008, Duta Besar RI untuk Swiss didampingi oleh Fungsi Ekonomi telah mengadakan pertemuan dengan pihak Novartis, salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia yang bermarkas di Basel. |
|
Read more...
|
|
|
Swiss sebagai salah satu Negara industry dan memberikan perhatian pada masalah perdagangan luar negeri, kegiatan pameran dagang dan industry merupakan kegiatan yang cukup padat dan terkoordinir dengan rapi. Di Swiss, setiap tahun ada sekitar 200 kegiatan pameran dagang, baik yang berskala nasional maupun internasional yang dihadiri oleh sekitar 6,5 juta pengunjung dan diikuti oleh sekitar 40 ribu peserta pameran. Pameran yang berskala internasional diikuti oleh peserta pameran dari beberapa Negara lainnya, termasuk Negara-negara Eropa, AS dan Jepang. |
|
Read more...
|
|
|
Swiss Import Promotion Programme (SIPPO), sebuah lembaga promosi perdagangan yang pendanannya dilakukan oleh Secretariat for Economic Affairs Swiss (SECO) kembali akan memberikan fasilitasi kepada perusahaan (UKM) di emerging markets termasuk Indonesia untuk turut serta dalam Interzum Fair, Timber for Industrial Purposes, yang akan diadakan di Köln, Jerman, 13 – 16 Mei 2009;
|
|
Read more...
|
|
|
Untuk periode Januari-Juni 2008, impor Swiss untuk komoditi Garmen Berenda (HS 61) dari Indonesia mencapai nilai sebesar CHF 6,608,350 (Rp 65.16 milyar) dengan volume sebesar 266,106 kg. (Kurs BII pada 9 Desember 2008, 1CHF= Rp. 9.861).
Nilai tersebut menunjukkan kenaikan sebesar CHF 338,161 (5.39%), namun demikian dari segi volume mengalami penurunan sebesar 6,051 kg (-2.22%), apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahaun 2007 yang mencapai nilai sebesar CHF 6,270,189 dan volume sebesar 272,157 kg.
|
|
Read more...
|
|
|
Impor Swiss dari Indonesia untuk komoditi Tembakau (HS 24) periode Januari – Juni 2008 mencapai nilai sebesar CHF 1,968,275 (Rp 19.65 milyar) dengan volume sebesar 126,757 kg. (Kurs BII pada 6 November 2008, 1CHF= Rp. 9.983).
Jumlah tersebut menunjukkan kenaikan nilai sebesar CHF 405,175 (25.92%) dan kenaikan volume sebesar 66,541 kg (110.50%), apabila dibandingkan dengan periode Januari-Juni tahun 2007 dengan nilai sebesar CHF 1,563,100 dan volume sebesar 60,216 kg.
|
|
Read more...
|
|
|
Atas kerjasama antara BKPM, Swiss Asian Chamber of Commerce (SACC), KBRI Bern dan Holcim, telah dilaksanakan Seminar Promosi Investasi dengan tema: Exploring Business, Trade and Investment Opportunities in Indonesia di Zürich, 23 Oktober 2008. Seminar dihadiri oleh sekitar 35 peserta, yang sebagian besar dari kalangan pengusaha dan perbankan seperti Alpi Aviation, Alstom, DHL Management, Credit Suisse, UBS AG, Holcim Group Support, dan Swiss Contact; |
|
Read more...
|
|
|
Ekspor komoditi Produk Minyak Tumbuhan (HS 15) Indonesia ke Swiss Untuk periode Januari-Juni 2008, impor Swiss mencapai nilai sebesar CHF 3,588,670 (Rp 31.63 milyar) dengan volume sebesar 2,571,300 kg. (Kurs BII pada 20 Oktober 2008, 1CHF= Rp. 8.814).
Jumlah tersebut menunjukkan kenaikan nilai sebesar CHF 1,370,098 (61.76%) dan kenaikan volume sebesar 209,368 kg (8.86%), apabila dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2007 dengan nilai sebesar CHF 2,218,572 dan volume sebesar 2,361,932 kg.
Bila dilihat dari harganya, pasokan komoditi Minyak Tumbuhan ini mengalami kenaikan. Pada tahun 2007 harga rata-rata produk ini adalah CHF 0.94 atau Rp. 8.28 ribu dan tahun 2008 adalah CHF 1.40 atau Rp. 12.30 ribu per kg. Dengan demikian berarti harga rata2 produk tersebut naik sebesar CHF 0.46 atau Rp. 4.02 ribu (48.58%).
|
|
Read more...
|
|
| | << Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>
| | Results 33 - 48 of 52 |
|
|
|
Announcements |
|
|
|
Calendar of Event |
 |
May 2013 |
 |
|
|
|
|