|
|
|
Bilateral
Von Rosetta Lopardo Basel. Der «Tiga»-Tisch steht zur Akklimatisierung in einem Trocknungsraum. Formschön und geölt wartet er hier auf seinen letzten Schliff. Der hochwertige Teakstuhl namens Shanghai Chair hingegen wird direkt vom Container zur Aufladerampe gefahren und in den Lift verfrachtet, um in der Lagerhalle in schlicht-schönen Verpackungen auf die Endmontage in der Werkstatt und die anschliessende Auslieferung zum Fachhandel zu warten. Wir befinden uns am Westquai, bei der Firma INCH-Furniture von Yves Raschle (37) und Thomas Wüthrich (36), die neben Stuhl und Tisch auch Barhocker, Büchergestell, Sideboard und Kaffeetischchen entwerfen und produzieren. Kaum empfangen, führen uns die beiden durch ihre Räumlichkeiten, die praktischerweise direkt am Rhein liegen. |
|
Read more...
|
|
Eksporkomoditi Kulit (HS 42) Indonesia ke pasaran Swiss periode Januari-Juni 2010, berjumlah sebesar CHF 789.653 (Rp 7,52 milyar), dengan volume sebesar 28,464 kg. (Kurs BII pada 11 Maret 2011, 1CHF= Rp 9.517). Jumlah tersebut menunjukkan penurunan nilai sebesar CHF -241.703 (-23,44%) dan volume sebesar -33.137 kg (-53,79%), apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan nilai sebesar CHF 1.031.356 dan volume sebesar 61.601 kg. |
|
Read more...
|
|
|
Ekspor Komoditi Karet, Damar dan lainnya (HS 13) berjumlah sebesar CHF 97.099 (Rp 0,88 milyar), dengan volume sebesar 3.977 kg. (Kurs BII pada 3 September 2010, 1CHF= Rp. 9.020). Jumlah tersebut menunjukkan penurunan nilai sebesar CHF -91.121 (-48,41%) dan penurunan volume sebesar -4.873 kg (-55,06%) apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan nilai sebesar CHF 188.220 dengan volume sebesar 8.850 kg. |
|
Read more...
|
|
|
Ekspor komoditi Produk dari Batu, Semen, Gips dan Asbes (HS 68) Indonesia ke pasaran Swiss tahun 2009, berjumlah sebesar CHF 462,305 (Rp 3.85 milyar), dengan volume sebesar 349,409 kg. (Kurs BII pada 18 Juni 2010, 1CHF= Rp. 8,322).
Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan nilai sebesar CHF 11,922 (2.65 %) dan volume sebesar 74,015 kg (26.88 %) apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan nilai sebesar CHF 450,383 dengan volume sebesar 275,394 kg.
Bila dilihat dari harganya , pasokan Produk dari Batu, Semen, Gips dan Asbes terdapat penurunan. Pada tahun 2008 harga rata-rata produk ini adalah CHF 1.64 atau Rp 13.61 ribu dan tahun 2009 menjadi CHF 1.32 atau Rp 11.01 ribu per kg. Dengan demikian berarti harga rata2 produk tersebut menurun sebesar CHF -0.31 atau Rp -2.60 ribu (-19.10 %).
|
|
Read more...
|
|
|
Ekspor komoditi Perkakas, Peralatan dan Alat Makan (HS 82) Indonesia ke pasaran Swiss tahun 2009, berjumlah sebesar CHF 1,049,417 (Rp 8.41 milyar), dengan volume sebesar 52,869 kg. (Kurs BII pada 31 Mei 2010, 1CHF= Rp. 8,015). Jumlah tersebut menunjukkan penurunan nilai sebesar CHF -295,617 (-21.98%) dan volume sebesar -21,630 kg (-29.03%) apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan nilai sebesar CHF 1,345,034 dengan volume sebesar 74,499 kg. |
|
Read more...
|
|
|
Untuk tahun 2009, impor Swiss dari Indonesia untuk Komoditi Berbagai Produk Industri Kimia (HS 38) berjumlah sebesar CHF 692,303 (Rp 5.59 milyar), dengan volume sebesar 529,458 kg. (Kurs BII pada 4 Juni 2010, 1CHF= Rp. 8,068). Jumlah tersebut menunjukkan penurunan nilai sebesar CHF -291,494 (-29.63%) dan volume sebesar -49,713 kg (-8.58%) apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan nilai sebesar CHF 983,797 dengan volume sebesar 579,171 kg. |
|
Read more...
|
|
|
Untuk tahun 2009, impor Swiss dari Indonesia untuk Perhiasan (HS 71) berjumlah sebesar CHF 1,475,022 (Rp 12.04 milyar), dengan volume sebesar 5,492 kg. (Kurs BII pada 27 Mei 2010, 1CHF= Rp. 8,160). Jumlah tersebut menunjukkan peningkatan nilai sebesar CHF 31,016 (2.15%) meskipun terdapat penurunan volume sebesar -97 kg (-1.74%) apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan nilai sebesar CHF 1,444,006 dengan volume sebesar 5,589 kg. |
|
Read more...
|
|
|
Ekspor komoditi Reaktor Nuklir, Ketel Uap dan bagian-bagiannya (HS 84) dari Indonesia ke pasaran Swiss tahun 2009, berjumlah sebesar CHF 2,342,262 (Rp 19.30 milyar), dengan volume sebesar 189,821 kg. (Kurs BII pada 14 Mei 2010, 1CHF= Rp. 8,242). Jumlah tersebut menunjukkan penurunan nilai sebesar CHF -760,843 (-24.52%) meskipun terdapat peningkatan volume sebesar 1,464 kg (0.78%) apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya dengan nilai sebesar CHF 3,103,105 dengan volume sebesar 188,357 kg. |
|
Read more...
|
|
|
Duta Besar Djoko Susilo, pada tanggal 23 April 2010 telah mengadakan pertemuan dengan pihak MUBA Exhibition di Basel. Pertemuan ini dimaksudkan selain untuk perkenalan juga untuk mendapatkan informasi bagi kemungkinan Indonesia berpartisipasi pada MUBA Exhibition.
MUBA Exhibition merupakan salah satu agenda pameran tahunan terbesar di Swiss. Pada tahun 2010 yang lalu pameran MUBA diikuti oleh 927 peserta dengan jumlah pengunjung dan potential buyers sebanyak 301.520 orang, dengan luas area pameran seluas 72.540 m2. Dari 927 peserta pameran tersebut, 60% berasal dari Swiss, sedangkan 35% berasal dari Negara-negara lain seperti: Jerman, Perancis, Spanyol, Austria, Liechtenstein, Turki dan Itali, adapun yang 5% berasal dari Negara-negara Asia seperti: China, Filipina, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, Nepal, India, Pakistan dan Singapura. Adapun produk-produk utama yang dipamerkan dalam MUBA Exhibition ini meliputi berbagai jenis produk dan jasa, antara lain: building, fashion, food& drink, garden, households, handycraft, health, living, multimedia, services, travel & culture, youth & sports;
|
|
Read more...
|
|
 Duta Besar Djoko Susilo pada tanggal 23 April 2010.telah mengadakan pertemuan dengan pihak Novartis di Basel. Pertemuan ini selain untuk memperkenalkan diri selaku Duta Besar RI yang baru untuk Swiss, juga merupakan upaya untuk terus membangun jejaring dengan berbagai pihak pelaku ekonomi dan kalangan investor, baik yang sudah menanamkan modalnya maupun bermaksud menanamkan modalnya di Indonesia; Pada kesempatan ini, Duta Besar Djoko Susolo menyampaikan harapan agar Novartis sebagai produsen produk-produk farmasi terbesar di dunia dapat meningkatkan investasinya di Indonesia dan meningkatkan peranannya bagi pengembangan bidang kesehatan di Indonesia. Berkaitan dengan ini, Dubes Djoko Susilo menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia terus mengupayakan terciptanya iklim berusaha yang kondusif bagi para calon investor yang akan menanamkan maupun memperluas dan memperbesar modalnya di Indonesia, di antaranya kebijakan satu pintu yang diterapkan oleh pihak BKPM, dan telah terbitnya Undang-undang mengenai Penanaman Modal No. 25/2007, yang di antaranya memuat berbagai fasilitas yang akan diberikan kepada Perusahaan-perusahaan yang akan memperluas usahanya di Indonesia; |
|
Read more...
|
|
|
Press Release BI Rate Level Stays at 6.5% In the Board of Governors Meeting convened on 5 May 2010, Bank Indonesia decided to hold the BI Rate at 6.5%. This decision was taken following a comprehensive evaluation of the latest developments in the economy, which is now gathering momentum in line with earlier forecasts. At this level, the BI Rate is regarded consistent with achievement of the 5%±1% inflation target for 2010 and conducive to measures to bolster the economic recovery process, financial stability and banking intermediation. The Board of Governors sees the global economic recovery process moving ahead with growing intensity, generating positive benefits for the domestic economy and particularly Indonesia's exports. Economic recovery is gaining momentum in the United States and Japan with positive effects felt in Asia's emerging markets such as China, where economic growth is at a 3-year high. Optimism for global economic recovery is gathering pace despite risks related to the crisis in some European nations, notably Greece and Portugal.
|
|
Read more...
|
|
| | << Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>
| | Results 1 - 16 of 52 |
|
|
|