|
|
|
Pada tanggal 25 mei 2013 yang baru lalu, untuk pertama kalinya Asosiasi Indonesia Jenewa (AIJ) mengadakan pameran di Jenewa. Didukung oleh Kedutaan Besar RI di Bern dan Perwakilan Tetap RI di Jenewa, pameran ini diselanggarakan untuk memfasilitasi dan memperkenalkan bakat-bakat anggota AIJ di bidang seni seperti fotografi, kerajinan, perhiasan, jahit, tari dan lain-lain, serta kuliner, yang tujuan akhirnya memperkenalkan keanekaragaman budaya indonesia dan juga sarana bertemu, bersatu, masyarakat indonesia dan non-indonesia yang cinta Indonesia. Pada acara pembukaan, Ketua AIJ Chinny Pahud menyampaikan rasa kebanggaan dalam menyelanggarakan dan membukanya bersama-sama dengan Duta Besar Watapri untuk Jenewa, Bapak Triyono Wibowo, Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss di Bern, Bapak Djoko Susilo, dan Walikota Grand Saconnex, Jean-Marc Comte. |
|
Read more...
|
|
|
Penerapan ASEAN Economic Community (AEC) 2015 sudah di ambang pintu. Untuk mempromosikan potensi AEC, KBRI Bern telah memprakarsai kerja sama dengan Foraus, suatu lembaga think tank berbasis keanggotaan individu yang menyoroti politik luar negeri Swiss. Kegiatan yang didukung pula oleh kedutaan besar negara-negara ASEAN untuk Konfederasi Swiss tersebut berupa forum diskusi dengan topik “ASEAN Economic Community in 2015: What it means for Switzerland-Prospect and Chalenges for Better Cooperation”, pada Selasa (14/05) bertempat di ruang Kuppelraum, Universitas Bern, Swiss. |
|
Read more...
|
|
|
“Political Islam: From North Africa to Southeast Asia” demikian topik roundtable discussion yang diselenggarakan oleh KBRI Bern bekerja sama dengan foraus (forum politik luar negeri Swiss dan International Security Network (ISN) di Zurich, 25 April 2013. Forum diskusi ini dihadiri oleh sekitar 30 orang peserta dari unsur pemerintah, akademisi, dan anggota masyarakat madani lainnya |
|
Read more...
|
|
|
Salah satu Tour Operator terbesar di Swiss, Kuoni AG yang mendapatkan dukungan penuh KBRI Bern, telah menyelenggarakan workshop bertemakan “Besserwisser” dengan pembicara, Nina Lüscher, yang merupakan Senior Manajer Produksi, beliau mengatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang memiliki kurang lebih 14.000 pulau terindah, beragam macam budaya, makanan yang lezat, serta masyarakat yang ramah saat menjelaskan kepada 37 peserta undangan yang merupakan perwakilan dari agen-agen perjalanan di Swiss (23/4). |
|
Read more...
|
|
|
"Facing a World of Transitions" demikian tema International Security Forum (ISF) ke-10 di Jenewa, Swiss yang berlangsung 22-24 April 2013. Konferensi yang disponsori oleh Departemen Luar Negeri Swiss ini adalah forum diskusi keamanan terbesar yang diselenggarakan dua tahun sekali, dan dihadiri oleh lebih dari 700 peserta dari unsur pemerintah, akademisi, maupun masyarakat madani dari berbagai belahan dunia.
Dubes RI Bern, Djoko Susilo, merupakan pembicara dalam panel Security Sector Reform (SSR) and Democratisation (23/04) yang disponsori oleh Geneva Centre for the Democratic Control of Armed Forces (DCAF) bersama dengan Dr. Omar Ashour dari University of Exeter Inggris dan Dr. Tin Maung Maung Than dari Institute of Southeast Asian Studies Singapura. Panel ini menyoroti proses reformasi militer yang terjadi di Indonesia, Mesir, dan Myanmar. |
|
Read more...
|
|
|
Oleh: Djoko Susilo / Dubes RI di Bern. Alhamdulillah. Rasanya lega sekali perasaan saya Minggu siang lalu waktu Swiss ketika tampil di panggung utama Paviliun Indonesia dalam trade show MUBA yang mengusung Tema "Remarkable Indonesia". Pertama saya lega karena acara akbar ini akhirnya berlangsung lancar dan berakhir mulus. Bukan itu saja, Paviliun Indonesia berhasil menyabet Penghargaan 'Gold Certificate' yang pertama kalinya diberikan kepada peserta sejak MUBA digelar hampir seratus tahun yang lalu. Penghargaan ini diserahkan sendiri langsung oleh Dirut MUBA Chris Eichenberger kepada saya selaku Duta Besar RI. |
|
Read more...
|
|
|
Untuk pertama kalinya sejak pameran dagang MUBA diadakan pada tahun 1917, pihak pengelola Mustermesse Basel memberikan penghargaan berupa Gold Certificate sebagai paviliun dengan penampilan keseluruhan (pameran dan pertunjukan budaya) yang paling inovatif dan sekaligus sebagai the Best Stand Design. Penghargaan diberikan langsung oleh Direktur MUBA, Chris Eichenberger kepada Duta Besar RI untuk Konfederasi Swiss dan Keharyapatihan Liechtenstein dan didampingi oleh Ir. Enny Wahyuni Soebroto, Sekretaris Inspektur Jenderal, Kementerian Perdagangan RI, pada saat penutupan yang berlangsung secara meriah di panggung "Remarkable Indonesia" |
|
Read more...
|
|
|
The Embassy of Indonesia in Bern is giving its support to the event. Come and visit us at MUBA Messe from 22 February until 3 March 2013! |
|
Read more...
|
|
|
Untuk pertama kalinya Indonesia akan tampil sebagai "Guest Country" pada MUBA (Mustermesse Basel) pameran dagang terbesar dan tertua di Swiss yang berlangsung dari tanggal 22 Pebruari sampai dengan 3 Maret 2013. |
|
Read more...
|
|
|
Udara dingin yang menyerang Swiss sejak awal bulan Desember ini tidak menghalangi sekitar 300 warga Indonesia di Swiss untuk mendatangi Ruang Serba Guna "Berikerhus" di kota Berikon yang terletak di Kanton Aargau, untuk merayakan "Pesta Natal 2012" pada Sabtu, 15 Desember 2012. |
|
Read more...
|
|
 Negotiating with a Nuclear North Korea – a Failed International Response? – demikian judul seminar yang diselenggarakan oleh KBRI Bern bekerja sama dengan International Relations and Security Network (ISN) dan Center for Security Studies (CSS), lembaga think tank Swiss di bawah naungan ETH Zurich,pada Selasa (11/12), di kampus ETZ Zurich.
Pada seminar ini, Dr. Makmur Keliat, Dosen Hubungan Internasional di FISIP UI, yang juga terlibat dalam Center for East Asian Cooperation Studies (CEACOS) UI memberikan pandangannya sehubungan dengan isu nuklir Korea Utara, terutama dalam hubungannya dengan ASEAN, dan khususnya dengan Indonesia. Selain membahas mengenai faktor-faktor pencetus program nuklir Korea Utara, Dr. Keliat juga mengupas kepentingan ASEAN atas perdamaian di Semenanjung Korea dan upaya yang dilakukan untuk mencapai hal tersebut. Sementara itu, Dr. Simon Mason, peneliti senior dan Kepala Mediation Support Team di CSS, membahas upaya penyelesaian krisis Semenanjung Korea dari sudut pandang upaya dan hambatan negosiasi yang dilakukan selama ini dan strategi untuk mencapai win win solution bagi para pihak yang terlibat dalam isu tersebut. Peter Faber, Kepala ISN, bertindak sebagai moderator pada seminar ini.
|
|
Read more...
|
|
|
Bergabungnya Swiss ke dalam Asia Europe Meeting (ASEM) pada November 2012 menandakan pentingnya forum kerjasama antar wilayah ini dari perspektif Swiss. Keanggotaan Swiss di ASEM juga menunjukkan ketertarikan Swiss untuk bekerja sama lebih erat lagi, terutama dengan negara-negara di kawasan Asia, demikian disampaikan Duta Besar Beat Nobs, Asisten Sekretaris Negara Swiss untuk Asia Pasifik pada seminar bertajuk “Asia – Europe Relations after the 9th ASEM Summit: Indonesian & Swiss Perspectives”. Seminar yang berlangsung pada Jumat (7/12), di ruang seminar kampus World Trade Institute (WTI), di Bern, Swiss ini diselenggarakan oleh KBRI Bern dengan memanfaatkan momentum keanggotaan Swiss pada ASEM dimaksud. |
|
Read more...
|
|
|
Bertempat di Auditorium St Georgenplats Winterthur Zürich mahasiswa dari Sekolah Tinggi Manajemen dan Hukum (ZHAW) Zürich telah menghadiri kuliah umum mengenai potensi ekonomi dan wisata Pulau Batam yang dibawakan oleh Pembicara Bapak Purnomo Andi Antono Kepala Seksi Pembangunan Bisnis Kerjasama dari Batam Indonesia Free Zone Authority (BIFZA). Berbicara dihadapan puluhan mahasiswa dan civitas akademika ZHAW, Bapak Andi Antono mempresentasikan betapa potensialnya batam dari segi bisnis karena selain letaknya yang strategis dan berbatasan dengan 3 negara yaitu Singapura dan Malaysia, Batam juga dilengkapi dengan pelabuhan udara internasional, infrastruktur khususnya IT yang lebih mumpuni dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Indonesia, fasilitas umum dan kemudahan birokrasi satu atap yang diterapkan BIFZA sehingga menjadikannya pemain penting bisnis di Asia Tenggara. Tidak heran Batam adalah daerah tujuan wisata no.2 yang paling banyak dikunjungi setelah Bali. |
|
Read more...
|
|
Pada tanggal 1 November 2012, Media Basler Zeitung memberitakan mengenai berkembangnya bunga Amorphopalus Titanum asal Sumatera di Basel Botanischer Garten (BBG). Diperkirakan bunga tersebut akan berkembang secara sempurna pada tanggal 15 dan 16 November 2012. Menurut kepala BBG Bruno Ermy, alasan berkembangnya Bunga Titanum tersebut selalu menjadi misteri. berkembangnya bunga ini adalah kali kedua. Namun yang jelas bunga ini merasa nyaman untuk berkembang di rumah kaca dengan sengatan matahari konstan sekitar 25 derajat, tambahan panas melalui lampu tambahan untuk 12 jam serta ruangan yang dibangun sedemikian rupa untuk membawa iklim dan kelembaban tropis di Swiss. BBG adalah pusat peneilitian botani yang berada dibawah naungan Fakultas Botani Universitas Basel. BBG berusaha meniru sedekat mungkin hutan hujan Sumatera, habitat alami dari bunga Titanium. Selama ini bunga Titanum hanya diberi pupuk kotoran sapi Swiss kering, tidak ada pupuk sintetis atau obat-obatan tambahan yang diberikan kepada bunga tersebut. Pada Paskah 2011, Bunga Titanum di BBG mekar dan menjadi liputan didunia seperti CNN, BBC dan Al-Jazeera. Lebih dari 100.000 orang menyaksikan siklus berkembangnya bunga Titanum melalui webcamera.
|
|
Read more...
|
|
|
By PPI Swis Untuk menyambut peringatan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI Swiss) bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern mengadakan suatu acara diskusi dengan tema ‘Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Era Reformasi. Acara yang mengusung semangat Sumpah Pemuda tersebut diadakan pada Minggu 27 Oktober 2012 dan bertempat di ruang serba guna KBRI Bern.
Sebagai pembicara, dihadirkanlah Bapak Dr. Drs. Luqman Hakim, M. Sc. Beliau adalah dosen di Universitas Brawijaya, Malang, sekaligus kepala Department of Administrative Government di universitas tersebut. Peserta terdiri dari berbagai golongan masyarakat Indonesia yang tinggal di Swiss, antara lain mahasiswa, staf KBRI dan beberapa anggota masyarakat lainnya.
|
|
Read more...
|
|
|
Tak hanya di Indonesia, Idul Adha juga turut dirayakan di Swiss. Hanya saja, apabila di Indonesia perayaan Idul Adha identik dengan penyembelihan hewan kurban, di Swiss sayangnya tidak terdapat kebiasaan serupa. Sehingga, perayaan Idul Adha pun cukup diramaikan dengan menikmati kuliner khas idul Adha, seperti gulai kambing,lontong sayur, opor ayam dan makanan khas tanah air. Seperti tahun-tahun sebelumnya, perayaan Idul Adha tahun ini bertempat di Wisma Duta Bern. |
|
Read more...
|
|
| | << Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
| | Results 1 - 21 of 236 | |
|
|
Announcements |
|
|
|
Calendar of Event |
 |
June 2013 |
 |
|
|
|
Who's Online |
|
We have 2 guests online |
|
|