TIM KHUSUS ARAHAN PRESIDEN RI MELAKUKAN KUNJUNGAN KE SWISS DALAM RANGKA STUDI BANDING MENGENAI COMPETITIVENESS

       
       
       
 
 
       
 

Pada tanggal 27 Januari hingga 02 Februari 2008, sebuah Tim Khusus yang dibentuk atas arahan Presiden RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, telah melaksanakan kunjungan ke Swiss untuk melakukan studi banding mengenai masalah competitivenes . Kunjungan tersebut juga dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari hasil kunjungan Presiden Konfederasi Swiss, Mrs. Micheline Calmy-Rey ke Indonesia pada bulan Februari 2007. Tim dipimpin oleh Bapak Mahendra Siregar (Deputi Bidang Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional Kantor Menko Perekonomian) dan didampingi oleh Bpk M. Chatib Basri (Direktur Eksekutif LPEM UI), Bpk. Lin Che Wei (CEO Sampoerna Foundation), Bpk. Andin Hadiyanto (Kepala Puslitbang Iklim Usaha Perdagangan, Depdag), Bpk. Darwin Saleh (Wakil ketua Partai Demokrat), Bpk. Hariyanto (Brighten Institute IPB) dan Bpk. Tri Sukma Djandam (Kantor Staf Khusus Presiden RI bidang Hubungan Internasional).

 
 

Selama di Swiss, Tim melaksanakan agenda kunjungan dan tatap muka dengan pejabat pemerintah seperti Kemlu dan State Secretary for Economic Affairs (SECO) , organisasi internasional seperti International Trade Centre (ITC), institusi terkemuka antara lain the Graduate School of International and Development Studies (IHEID) di Jenewa, serta EPFL ( Ecole Polythechniques Federales) dan IMD (International for Management Development) di Lausanne, serta kunjungan ke beberapa industri terkenal seperti Migros dan perusahaan keju La Gruyere. Selain kunjungan, Tim juga mendapatkan kehormatan untuk memenuhi jamuan makan malam resmi di Bern dengan tuan tumah Kepala SECO, Mr. Jean-Daniel Gerber, dan dihadiri oleh para pejabat tinggi, termasuk Dubes RI untuk Swiss, Ibu Lucia H. Rustam.

 

 

Secara keseluruhan, berbagai informasi yang diperoleh Tim dbaik ari Institusi, Pejabat Pemerintah maupun kalangan industri di Swiss sedikit banyak telah memberikan gambaran kepada Tim untuk memperbaiki competitiveness Indonesia ke depan. Bagi Indonesia, competitiveness Swiss tidak dapat dibandingkan, namun Indonesia dapat mengambil manfaat melalui kerjasama dan capacity building dengan negara tersebut dalam rangka membantu meningkatkan competitiveness Indonesia sesuai kemampuannya. Di samping itu, berbagai rencana kerjasama yang dihasilkan dari kunjungan, khususnya di bidang pendidikan dan capacity building , menjadi sebuah kesempatan yang baik guna mencetak SDM Indonesia berbakat, serta meningkatkan daya saing perdagangan Indonesia secara global dan menumbuhkan iklim usaha yang lebih sehat.

 

(Sumber: KBRI - Bern)